Belajar Menjadi Touch Typist

Seriously. Saya baru, sekitar, satu bulan ini berusaha menjadi touch typist. Saya seorang programmer, tentunya mengetik merupakan hal yang sering dilakukan. Selama bertahun-tahun saya belajar mengetik otodidak, dan saya (pikir) cukup cepat mengetik. Tapi ada beberapa karakter yang saya harus melihat dulu ke keyboard untuk mengetiknya. Kebanyakan orang yang belajar mengetik otodidak, tanpa memahami letak jari kanan dan kiri pada layout keyboard QWERTY, akan melihat keyboard untuk karakter yang sulit (seperti angka dan simbol). Istri saya yang sudah bertahun-tahun menggunakan keyboard QWERTY hanya dapat mengetik di bawah 30 WPM (Words Per Minute) dan sambil melihat. Saya yang mulai membiasakan diri sebagai touch typist sudah dapat mencapai 70 WPM. Dan tentunya seiring saya berlatih dan sering mengetik, kecepatan saya bisa naik menjadi 100 WPM.

Menjadi touch typist memang membutuhkan kesabaran berlatih. Sama halnya Anda melatih jari Anda di guitar atau piano. Anda harus mulai dari tempo yang lambat, tapi akurat mengenai karakter. Latihan saja selama 1 jam dalam satu hari (dan tanpa melihat keyboard). Dulu waktu saya bercita-cita menjadi shred, saya melatih fingering menggunakan metronome, mulai dari 100 bpm (beat per minute) sampai 180 bpm, mulai dari 1/4 sampai 1/16. Setelah mencoba tempo lambat, saya mulai menaikkan tempo. Lalu saya paksa naik lagi, sampai akurasi saya berkurang. Saat itu saya mulai menurunkan tempo, dan tangan saya terasa ringan bergerak dan lambat sekali tempo ini. Jika kita menopang tas dengan bobot 10kg selama 1 jam, lalu kita kurangi bobotnya menjadi 5 kg maka terasa sangat ringan bukan? Jadi ritme berlatih adalah dengan tempo lambat, sedang, cepat, sangat cepat (dengan sedikit paksaan), lalu kembali lagi ke sedang. Dan pada saat itu tempo sedang akan menjadi tempo yang terasa lambat, dan tempo cepat menjadi tempo sedang. Untuk berlatih, saya menggunakan GNU Typist (gtypist) di Linux. Di web, saya sering mencoba keyhero dan typeracer.

Okay, selamat berlatih untuk yang tertarik ;) .

Posted in just FYI, my opinion | Tagged , , | 7 Comments

Mendapatkan Visa Amerika

Saya akan berbagi pengalaman bagaimana cara mendapatkan visa Non-Immigrant Amerika, yang “katanya” terkenal sulit. Pengalaman saya adalah mendapatkan visa jenis B1/B2 (business dan pleasure). Untuk mengetahui jenis visa, lihat halaman disini. Saat apply visa, harap sesuaikan jenis visa dengan maksud/tujuan Anda ke Amerika. Visa B1/B2 dapat digunakan untuk keperluan bisnis, konferensi, pengobatan, kunjungan keluarga, turis, rekreasi dan lainnya. Pada kasus saya, tujuan datang ke Amerika adalah untuk menghadiri developer meeting. Prosedur pembuatan visa Amerika sekarang agak sedikit berbeda dengan prosedur beberapa tahun yang lalu, dan sekarang terasa lebih mudah karena semua form dapat kita isi secara online dan pembayaran MRV (biaya visa application) dapat dilakukan kapan saja setelah form terisi lengkap. Okay, langkah-langkah berikutlah yang membuat saya mendapatkan kertas putih bertuliskan “…Your U.S visa application is approved…“:

  • Harap baca halaman “cara mendapatkan visa” di situs kedutaan Amerika. Harap baca sampai paragraf terkahir agar Anda mengetahui prosedur dan hal-hal yang perlu dihindari.
  • Cari studio foto yang bisa mencetak foto ukuran visa, yaitu 5×5. Atau cukup bilang untuk foto visa saja. Minta juga dalam bentuk file (biasanya dikasih dalam bentuk CD), karena nantinya dapat dipakai saat Anda mengisi form DS-160.
  • Mengisi form DS-160 secara online. Data pribadi yang cukup detail akan diinput di form ini. Anda perlu menyediakan passport, file photo Anda (yang tentunya sudah dilakukan pada langkah sebelumnya), KTP (nomor KTP akan diinput), ijazah semua pendidikan Anda dari SD sampai kuliah (karena saya yakin Anda tidak ingat tanggal masuk dan keluar saat Anda SD, SMP, dan SMA), dan tanggal lahir orang tua Anda. Form DS-160 ini terdiri dari beberapa bagian, dan cukup panjang. Harap save secara berkala atau ingat nomor ID-nya (pojok kanan atas). Dan isi jangan sampai ada error. Setelah semua terisi, Anda akan diberi kesempatan untuk me-review form tersebut. Jika Anda sudah yakin, lalu masuk ke bagian sign. Setelah sign, cetak halaman konfirmasi DS-160 yang ada foto Anda dan tulisan barcode. Jika printer tidak terjangkau saat itu, gunakan opsi kirim ke email Anda dan cetak dari email jika printer sudah tersedia.
  • Setelah mendapatkan cetakan konfirmasi DS-160, Anda perlu membayar MRV Fee sebesar $140 (nilai IDR tergantung dari kurs saat Anda melakukan pembayaran). Pembayaran MRV Fee dapat dilakukan di bank Standard Chartered dan bank Permata. Saat itu, saya melakukan pembayaran di Menara Standard Chartered lantai dasar. Jadi datang saja, lalu di pintu depan bilang ke petugas keamanan mau bayar visa Amerika untuk, misal keperluan bisnis (sesuaikan dengan tujuan Anda). Nanti isi form yang diberikan, lalu masukkan nama dan nomor passport. Tunggu nomor antri dipanggil, lalu bayar sesuai yang diminta kasir (dalam IDR). Nanti akan diberikan kopian bukti pembayaran yang sudah ada nomor slip (di pojok kanan atas). Harap simpan bukti pembayaran tersebut.
  • Buat janji interview secara online di http://www.ustraveldocs.com/id/. Masuk ke bagian Schedule My Appointment. Nanti akan di redirect ke situs https://cgifederal.secure.force.com/. Buat profil dengan alamat email yang Anda gunakan sehari-hari. Isi data di setiap langkah sampai pada langkah masukkan receipt number. Masukkan slip no. dari bukti pembayaran MRV Fee (formatnya adalah USXXXXXXXXXX, dimana X adalah digit. Masukkan 10 digitnya saja tanpa kata US). Perlu diingat slip no. dapat digunakan setelah 4 jam melakukan pembayaran, jadi harap bersabar. Jika langkah slip no. berhasil maka langkah berikutnya adalah pilihan tanggal (dengan kalendar) untuk menjadwalkan interview. Pilih tanggal lalu cetak konfirmasi jadwal tersebut, yang isinya berupa profil, tanggal interview, dan tulisan barcode.
  • Sampai saat ini Anda hanya tinggal menunggu sampai tanggal interview. Harap persiapkan semua dokumen seperti konfirmasi DS-160, konfirmasi jadwal interview, passport, dan foto 5×5 sebanyak 1 buah (untuk amannya bawa beberapa buah). Jika Anda mempunyai passport lama, harap membawanya. Berkas lainnya yang mungkin membantu Anda disana adalah invitation letter (jika ada yang mengundang/mensponsori), buku tabungan atau rekening koran, KK (Kartu Keluarga). Saat itu saya membawa dokumen yang sangat lengkap mulai dari KK, Ijazah, buku nikah dan buku tabungan. Tapi pada kenyataannya hanya berkas konfirmasi DS-160, konfirmasi jadwal interview, foto 1 buah, dan passport saja yang dibutuhkan. Tapi untuk berjaga-jaga tak ada salahnya Anda membawa lengkap dokumen Anda. Jika visa Anda ditolak, maka Anda akan rugi $140. Ya, biaya MRV Fee itu tidak dikembalikan jika visa Anda ditolak dan Anda harus mengulangi semua prosedur di atas, termasuk membayar MRV Fee lagi.
  • Pada saat tanggal interview tiba, datang ke kedubes Amerika lebih awal, ya kurang lebih 30 menit sebelum jadwal Anda. Datang saja dengan membawa map yang berisi dokumen-dokumen Anda tadi. Saya tidak membawa ponsel, karena saya tahu itu akan dititipkan di gerbang awal. Tidak perlu membawa tas banyak-banyak, jaket, alat elektronik lainnya, makanan dan minuman.

Saat tiba di kedutaan, Anda akan mengantri di depan kedutaan Amerika. Petugas di luar kedutaan akan mengecek kelengkapan dokumen Anda, seperti berkasi konfirmasi DS-160, konfirmasi jadwal interview, passport dan foto Anda. Saat masuk gerbang pertama, semua alat elektronik, makanan dan minuman akan dititipkan. Anda akan masuk lalu mengantri lagi di loket awal, dimana berkas konfirmasi akan diserahkan. Selesai loket pertama Anda akan diberikan kartu bertuliskan nomor kelompok. Anda akan menunggu lagi sampai nomor kelompok Anda dipanggil. Saat nomor kelompok dipanggil Anda akan masuk ke ruangan untuk finger printing dan interview. Anda akan menunggu lagi sebentar sebelum finger printing. Selesai jari Anda di finger printing, Anda akan menunggu lagi untuk interview di loket. Ada empat atau lima loket interview. Dan interview ini dilakukan perkelompok. Waktu itu yang menginterview semuanya perempuan bule dan dapat berbahasa Indonesia. Saya kaget (dan sekaligus senang), semua kelompok sebelum saya melakukan interview dalam bahasa Indonesia. Jika ada peserta yang selesai interview mendapatkan kertas merah maka peserta tersebut gagal mendapatkan visa. Kertas putih maka visa-nya diterima. Alhamdulillah, saya dapat kertas putih. Okay berikut interview antara saya (S) dan si bule perempuan (B):

B: “Selamat Pagi”
S: “Pagi”
B: “Name?”
S: “Akeda Bagus Jully Setiasgi”.
B: *mengecek komputer
B: “Ape keperluan datang ke Amerika?” (serious, bukan typo, dia bilang “ape”)
S: “Saya diundang Google untuk developer meeting”
B: “Oh, ape Anda kerja di Google?”
S: “Nope, saya kontributor di proyek open source Google.”
B: “Siape yang membayari perjalan Anda?”
S: “Google will take care my travel and stay” *sambil memberikan invitation letter
B: “Pekerjaan Anda sekarang?”
S: “Mahasiswa dan laboratory assistant”
B: “S1 or S2?”
S: “S2″
B: “Majoring?”
S: “Electrical Engineering”
B: “Pekerjaan ayah?”
S: “retired”
B: “Ape?”
S: “retired”
B: “Sorry??”
S: “Pensiun!!”
B: “Oh, sebelumnya?”
S: “Karyawan swasta”
B: “Dimana?”
S: “Krakatau Steel”
B: “Bagian ape?”
S: *mikir, mampus gw lupa
S: “Eh, supervisor purchasing”
B: “Kalau ibu?”
S: “Fisioterapi”
B: “Punya saudara?”
S: “Ya, satu”
B: “Pekerjaannya?”
S: “Well Engineer di Conoco Philips”
B: “Punya saudara di Amerika?”
S: “Nope”
B: *mengetik
B: “Ok, visa kamu diterima. Selamat melakukan perjalanan!”
B: *memberikan secarik kertas putih
S: “Thanks!”

Pada saat saya mengantri ada dua peserta yang mendapatkan kertas merah, alias ditolak. Yang satu adalah sepasang suami-istri yang ingin mengunjungi anaknya yang baru saja melahirkan. Si ibu sudah pernah ke Amerika sebelumnya, tapi kali ini akan melakukannya berdua dengan sang suami. Saat menerima kertas merah dan si bule mengatakan “Sorry”, si ibu kaget dan bilang “Kenapa??”. Sang bule tidak berkomentar apa-apa dan mempersilahkan peserta berikutnya untuk diinterview. Satu peserta gagal lainnya yang saya perhatikan adalah seorang wanita yang ingin berkunjung ke Amerika, tapi juga memiliki teman di Las Vegas. Jadi dua peserta yang gagal tersebut justru mempunyai kerabat atau teman di sana. Ini karena Amerika khawatir pendatang ini tidak akan pulang lagi atau menjadi imigran gelap disana. Saat abang saya bertolak ke Amerika untuk training, abang saya juga tidak menyebutkan mempunyai saudara, walaupun sebenarnya ada dan abang saya berkunjung ke tempat saudara kami yang berada di Woodland. Tapi abang saya toh pulang kembali ke Indonesia selesai training. Mungkin wanita yang sebelumnya gagal itu, sedang tidak terikat pekerjaan di Indonesia atau tidak dapat meyakinkan si bule bahwa dia akan pulang kembali ke Indonesia.

Beberapa peserta juga dicek buku tabungan atau rekening korannya. Ini biasanya untuk pelajar, turis, dan orang yang akan melakukan perjalanan dengan biaya sendiri. Pada kasus saya dan abang saya, perjalanan disponsori. Jadi mereka tidak perlu mengecek duit yang kita punya.

Okay, semoga membantu dan semoga berhasil mendapatkan visa Amerika ;) .

Posted in just FYI, tips & tricks | Tagged , | 1 Comment

Menggunakan Beanstalkd dan Gammu

Gammu menyediakan SMS Daemon, gammu-smsd, yang akan men-scan sms yang diterima (inbox) dan menempatkan pengiriman sms ke dalam antrian. gammu-smsd menggunakan storage (baik files maupun database) untuk menyimpan pesan di inbox ataupun antrian outbox. Jika menggunakan SMS daemon untuk mengirim sms kita tidak perlu khawatir akan kondisi concurrent, karena pesan sms akan di-enqueue dulu di storage. Jika kita hanya menggunakan perintah gammu saja, yaitu misal dengan : gammu --sendsms TEXT 081315528932 -text "test", maka jika ada dua proses yang waktunya hampir bersamaan, salah satu proses akan mendapatkan device dalam keadaan busy, dan gagal pengiriman sms untuk proses yang telat waktu bacanya.
Continue reading

Posted in coding, python | Tagged , , | 1 Comment

Upgrading and Cleaning

Howdy. It’s been a while I didn’t write any post. So in this idle time I try to write a post — not tech one. I upgraded my blog to 3.1.1 and used the default theme. The old theme that I created manually just a bit hackish. So here they are my new looks, hope you enjoy!

Posted in just FYI | Leave a comment

Design Pattern Dalam PHP (Bagian I)

Design Pattern? Mungkin bagi yang pernah mendengarnya tentu familiar dengan bukunya Gang of Four “Design Patterns: Elements of Reusable Object-Oriented Software”. Lalu apa itu design pattern? Konsep sederhana dibalik design pattern adalah solusi untuk masalah umum yang didokumentasikan oleh seorang yang berpengalaman dalam pengembangan aplikasi. Umumnya masalah yang ada sering ditemui dalam beberapa proses pengembangan sehingga dinamai pola (pattern). Sedangkan desain yang digunakan untuk mengatasi pola masalah tersebut umumnya digunakan agar kode menjadi less-coupled (tidak terlalu mempengaruhi kode lainnya jika ada perubahan ke depannya), mudah dimantain, portabel, mudah dibaca, dapat diterapkan dalam tim yang dinamis dan untuk skala proyek yang kompleks. Design Pattern dapat digunakan dalam bahasa pemrograman apa saja, khususnya bahasa pemrograman yang OOP, tak terkecuali PHP. Ada banyak design pattern, saya akan bahas empat design pattern (Singleton, Registry, Adapter dan Observer) terlebih dahulu dan akan saya lanjutkan pattern lainnya di tulisan lainnya.
Continue reading

Posted in coding | Tagged , , , , , , | 8 Comments