Ada Apa dengan Skripsi

Capek juga menulis kata “skripsi”, dari dulu hanya niat saja. Sebenarnya kelemahan terbesar dalam diriku adalah malas ceileh. Dulu saya sempat berpendapat, kalau tempat yang saya tinggali menjadi faktor kemalasan seseorang, tapi ternyata bukan. Saya sudah beberapa kali pindah gubuk, tapi tetap saja malas saya tidak ketulungan. Apa saatnya diriku di ruqiyah ya? !:) . Beberapa teman sudah mulai bergerak menuju sidang dan wisuda tahun ini, dan apabila mendengarnya, hati ini seperti disambit batu. Ada apa sih? Kenapa tidak selesai terus? Kalau masalah waktu, sebenarnya bukanlah masalah. Secara saya tidak bekerja di instansi manapun. Bahkan teman saya yang bekerja saja, masih dapat menyisihkan waktunya hingga dapat sidang sabtu besok. Kalau masalah sulitnya topik, juga bukan. Dosa apa ya saya sampai gak lulus lulus? ngelamunin dosa-dosa.

Fiuh, selasa kemarin saya ke depok bersama Ted. Seperti biasa, masuk bengkel sambil bernyanyi “ugh.. da da dank da da dank” karena Dadank Kasela sudah datang duluan, lalu colok adaptor ke laptop. Sambil mengunggu laptop yang bootingnya bisa sambil nungguin 3 lagu DT album Change of Season, saya antarkan Ted ke sekjur yang ternyata juga sudah pindah ruangan. Eh, ketemu kak Ronald sok sopan pake kak. Kak ronald, yang lebih sibuk dari saya, ternyata masih bisa datang ke kampus untuk menyelesaikan skripsinya. Bayangkan saja, kak Ronald itu selain bekerja tiap hari dia juga mengurus komunitas yang aktivitasnya sangat tinggi, plus dia orang yang intermediete di bahasa pemrograman apapun dan hobi elektronik. Belum lagi selirnya yang tersebar di nusantara. Halah, kenapa jadi promosiin si onay. Ya itulah, mungkin sambitan batu ini bisa menjadi penggerak saya, karena terus terang saja hanya Ted dan kak Ronald yang masih membuat saya angin-anginan untuk lulus. OK, mudah-mudahan Ted nyasar ke kenari dan DPnya onay naik haji lagi !.