Silent Hill di Kampus

Bertambah sudah keputusasaan gw. Ternyata hidup tanpa listrik itu lumayan menderita. Kebetulan gw mau mengusahakan bercakap sambung dengan seseorang dan tanpa diduga ada gangguan koneksi internet. Niat ingin menginap di kampus pun gw rundungkan. Tapi karena supir kampus-bekasi ingin menginap, ya gw dengan berat hati ikut menginap (shit, demi menghemat ongkos T19, P9B dan K05 gw rela menginapkan diriku ini). Ya tak apalah, sedikitnya gw masih bisa mengoprek sesuatu tanpa perlu koneksi internet. OK, gw bisa melalui beberapa jam di kampus tanpa ada internet dan sedang ingin menulis draft buat di blog, serta beberapa oprekan lainnya. Jam dinding menunjukkan pkl 24.00. Beberapa menit kemudian.. Lampu mati!! Damn, gw coding di laptop agung gak ngeliat keyboard (dimana asdf coba?). Akhirnya penerangan yang ada adalah layar laptop agung, sebuah senter dan beberapa bara dari pembakaran Marlboro dan A Mild. Mmhh.. gw coba cek keluar untuk memastikan apakah hanya gedung 3 saja yang mati. Gile pas gw liat ke bank DKI dan perpus, kampus seperti Silent Hill. Jadi bukan hanya kampus Gundar saja yang mati lampu (sepertinya). Soalnya pas gw liat kosan cewe sebelah toilet karywan bank DKI, ternyata juga mati. Sekarang apa yang bisa gw lakuin di situasi seperti ini? Ngantuk pun belum kunjung datang, yah terpaksa gw mendongeng diantara mahluk hidup yang masih hidup saat itu. Dongeng hal gaib menjadikan suasana lebih terasa bukan.