Mendapatkan Visa Amerika

Saya akan berbagi pengalaman bagaimana cara mendapatkan visa Non-Immigrant Amerika, yang “katanya” terkenal sulit. Pengalaman saya adalah mendapatkan visa jenis B1/B2 (business dan pleasure). Untuk mengetahui jenis visa, lihat halaman disini. Saat apply visa, harap sesuaikan jenis visa dengan maksud/tujuan Anda ke Amerika. Visa B1/B2 dapat digunakan untuk keperluan bisnis, konferensi, pengobatan, kunjungan keluarga, turis, rekreasi dan lainnya. Pada kasus saya, tujuan datang ke Amerika adalah untuk menghadiri developer meeting. Prosedur pembuatan visa Amerika sekarang agak sedikit berbeda dengan prosedur beberapa tahun yang lalu, dan sekarang terasa lebih mudah karena semua form dapat kita isi secara online dan pembayaran MRV (biaya visa application) dapat dilakukan kapan saja setelah form terisi lengkap. Okay, langkah-langkah berikutlah yang membuat saya mendapatkan kertas putih bertuliskan “…Your U.S visa application is approved…”:

  • Harap baca halaman “cara mendapatkan visa” di situs kedutaan Amerika. Harap baca sampai paragraf terkahir agar Anda mengetahui prosedur dan hal-hal yang perlu dihindari.
  • Cari studio foto yang bisa mencetak foto ukuran visa, yaitu 5×5. Atau cukup bilang untuk foto visa saja. Minta juga dalam bentuk file (biasanya dikasih dalam bentuk CD), karena nantinya dapat dipakai saat Anda mengisi form DS-160.
  • Mengisi form DS-160 secara online. Data pribadi yang cukup detail akan diinput di form ini. Anda perlu menyediakan passport, file photo Anda (yang tentunya sudah dilakukan pada langkah sebelumnya), KTP (nomor KTP akan diinput), ijazah semua pendidikan Anda dari SD sampai kuliah (karena saya yakin Anda tidak ingat tanggal masuk dan keluar saat Anda SD, SMP, dan SMA), dan tanggal lahir orang tua Anda. Form DS-160 ini terdiri dari beberapa bagian, dan cukup panjang. Harap save secara berkala atau ingat nomor ID-nya (pojok kanan atas). Dan isi jangan sampai ada error. Setelah semua terisi, Anda akan diberi kesempatan untuk me-review form tersebut. Jika Anda sudah yakin, lalu masuk ke bagian sign. Setelah sign, cetak halaman konfirmasi DS-160 yang ada foto Anda dan tulisan barcode. Jika printer tidak terjangkau saat itu, gunakan opsi kirim ke email Anda dan cetak dari email jika printer sudah tersedia.
  • Setelah mendapatkan cetakan konfirmasi DS-160, Anda perlu membayar MRV Fee sebesar $140 (nilai IDR tergantung dari kurs saat Anda melakukan pembayaran). Pembayaran MRV Fee dapat dilakukan di bank Standard Chartered dan bank Permata. Saat itu, saya melakukan pembayaran di Menara Standard Chartered lantai dasar. Jadi datang saja, lalu di pintu depan bilang ke petugas keamanan mau bayar visa Amerika untuk, misal keperluan bisnis (sesuaikan dengan tujuan Anda). Nanti isi form yang diberikan, lalu masukkan nama dan nomor passport. Tunggu nomor antri dipanggil, lalu bayar sesuai yang diminta kasir (dalam IDR). Nanti akan diberikan kopian bukti pembayaran yang sudah ada nomor slip (di pojok kanan atas). Harap simpan bukti pembayaran tersebut.
  • Buat janji interview secara online di . Masuk ke bagian Schedule My Appointment. Nanti akan di redirect ke situs . Buat profil dengan alamat email yang Anda gunakan sehari-hari. Isi data di setiap langkah sampai pada langkah masukkan receipt number. Masukkan slip no. dari bukti pembayaran MRV Fee (formatnya adalah USXXXXXXXXXX, dimana X adalah digit. Masukkan 10 digitnya saja tanpa kata US). Perlu diingat slip no. dapat digunakan setelah 4 jam melakukan pembayaran, jadi harap bersabar. Jika langkah slip no. berhasil maka langkah berikutnya adalah pilihan tanggal (dengan kalendar) untuk menjadwalkan interview. Pilih tanggal lalu cetak konfirmasi jadwal tersebut, yang isinya berupa profil, tanggal interview, dan tulisan barcode.
  • Sampai saat ini Anda hanya tinggal menunggu sampai tanggal interview. Harap persiapkan semua dokumen seperti konfirmasi DS-160, konfirmasi jadwal interview, passport, dan foto 5×5 sebanyak 1 buah (untuk amannya bawa beberapa buah). Jika Anda mempunyai passport lama, harap membawanya. Berkas lainnya yang mungkin membantu Anda disana adalah invitation letter (jika ada yang mengundang/mensponsori), buku tabungan atau rekening koran, KK (Kartu Keluarga). Saat itu saya membawa dokumen yang sangat lengkap mulai dari KK, Ijazah, buku nikah dan buku tabungan. Tapi pada kenyataannya hanya berkas konfirmasi DS-160, konfirmasi jadwal interview, foto 1 buah, dan passport saja yang dibutuhkan. Tapi untuk berjaga-jaga tak ada salahnya Anda membawa lengkap dokumen Anda. Jika visa Anda ditolak, maka Anda akan rugi $140. Ya, biaya MRV Fee itu tidak dikembalikan jika visa Anda ditolak dan Anda harus mengulangi semua prosedur di atas, termasuk membayar MRV Fee lagi.
  • Pada saat tanggal interview tiba, datang ke kedubes Amerika lebih awal, ya kurang lebih 30 menit sebelum jadwal Anda. Datang saja dengan membawa map yang berisi dokumen-dokumen Anda tadi. Saya tidak membawa ponsel, karena saya tahu itu akan dititipkan di gerbang awal. Tidak perlu membawa tas banyak-banyak, jaket, alat elektronik lainnya, makanan dan minuman.

Saat tiba di kedutaan, Anda akan mengantri di depan kedutaan Amerika. Petugas di luar kedutaan akan mengecek kelengkapan dokumen Anda, seperti berkasi konfirmasi DS-160, konfirmasi jadwal interview, passport dan foto Anda. Saat masuk gerbang pertama, semua alat elektronik, makanan dan minuman akan dititipkan. Anda akan masuk lalu mengantri lagi di loket awal, dimana berkas konfirmasi akan diserahkan. Selesai loket pertama Anda akan diberikan kartu bertuliskan nomor kelompok. Anda akan menunggu lagi sampai nomor kelompok Anda dipanggil. Saat nomor kelompok dipanggil Anda akan masuk ke ruangan untuk finger printing dan interview. Anda akan menunggu lagi sebentar sebelum finger printing. Selesai jari Anda di finger printing, Anda akan menunggu lagi untuk interview di loket. Ada empat atau lima loket interview. Dan interview ini dilakukan perkelompok. Waktu itu yang menginterview semuanya perempuan bule dan dapat berbahasa Indonesia. Saya kaget (dan sekaligus senang), semua kelompok sebelum saya melakukan interview dalam bahasa Indonesia. Jika ada peserta yang selesai interview mendapatkan kertas merah maka peserta tersebut gagal mendapatkan visa. Kertas putih maka visa-nya diterima. Alhamdulillah, saya dapat kertas putih. Okay berikut interview antara saya (S) dan si bule perempuan (B):

B: “Selamat Pagi”
S: “Pagi”
B: “Name?”
S: “Akeda Bagus Jully Setiasgi”.
B: **mengecek komputer*
B: “Ape keperluan datang ke Amerika?” (serious, bukan typo, dia bilang “ape”)
S: “Saya diundang Google untuk developer meeting”
B: “Oh, ape Anda kerja di Google?”
S: “Nope, saya kontributor di proyek open source Google.”
B: “Siape yang membayari perjalan Anda?”
S: “Google will take care my travel and stay” **sambil memberikan invitation letter*
B: “Pekerjaan Anda sekarang?”
S: “Mahasiswa dan laboratory assistant”
B: “S1 or S2?”
S: “S2″
B: “Majoring?”
S: “Electrical Engineering”
B: “Pekerjaan ayah?”
S: “retired”
B: “Ape?”
S: “retired”
B: “Sorry??”
S: “Pensiun!!”
B: “Oh, sebelumnya?”
S: “Karyawan swasta”
B: “Dimana?”
S: “Krakatau Steel”
B: “Bagian ape?”
S: **mikir, mampus gw lupa*
S: “Eh, supervisor purchasing”
B: “Kalau ibu?”
S: “Fisioterapi”
B: “Punya saudara?”
S: “Ya, satu”
B: “Pekerjaannya?”
S: “Well Engineer di Conoco Philips”
B: “Punya saudara di Amerika?”
S: “Nope”
B: **mengetik*
B: “Ok, visa kamu diterima. Selamat melakukan perjalanan!”
B: **memberikan secarik kertas putih*
S: “Thanks!”

Pada saat saya mengantri ada dua peserta yang mendapatkan kertas merah, alias ditolak. Yang satu adalah sepasang suami-istri yang ingin mengunjungi anaknya yang baru saja melahirkan. Si ibu sudah pernah ke Amerika sebelumnya, tapi kali ini akan melakukannya berdua dengan sang suami. Saat menerima kertas merah dan si bule mengatakan “Sorry”, si ibu kaget dan bilang “Kenapa??”. Sang bule tidak berkomentar apa-apa dan mempersilahkan peserta berikutnya untuk diinterview. Satu peserta gagal lainnya yang saya perhatikan adalah seorang wanita yang ingin berkunjung ke Amerika, tapi juga memiliki teman di Las Vegas. Jadi dua peserta yang gagal tersebut justru mempunyai kerabat atau teman di sana. Ini karena Amerika khawatir pendatang ini tidak akan pulang lagi atau menjadi imigran gelap disana. Saat abang saya bertolak ke Amerika untuk training, abang saya juga tidak menyebutkan mempunyai saudara, walaupun sebenarnya ada dan abang saya berkunjung ke tempat saudara kami yang berada di Woodland. Tapi abang saya toh pulang kembali ke Indonesia selesai training. Mungkin wanita yang sebelumnya gagal itu, sedang tidak terikat pekerjaan di Indonesia atau tidak dapat meyakinkan si bule bahwa dia akan pulang kembali ke Indonesia.

Beberapa peserta juga dicek buku tabungan atau rekening korannya. Ini biasanya untuk pelajar, turis, dan orang yang akan melakukan perjalanan dengan biaya sendiri. Pada kasus saya dan abang saya, perjalanan disponsori. Jadi mereka tidak perlu mengecek duit yang kita punya.

Okay, semoga membantu dan semoga berhasil mendapatkan visa Amerika ;) .