Malem hari (12 des ‘06) gw n de genk in kontrakan jalan keluar mo makan2…biasalah ada yg lg mo traktir… Ada yang bawa kamera digital, buat dokumentasi manusia2 narsis!! Anak2 kontrakan (b’lima) pulang jam 12.00 (tengah malem) dah kaya jablai gtu.. walhasil, sampe kontrakan gw langsung tidur kecapean, anak2 yang lain ada yang lagi mojok sama telepon dan ada yang lagi ngobrol ngalor ngidul ga karuan. Jam tiga pagi, baru pada tidur semua, dengan laptop terbuka diruang tengah dan camera digital + handphone tergeletak di meja depan sebelah tv.

Jam 5 pagi, alarm hp temen gw bunyi. Dia bangun trus sholat subuh dan langsung nongkrong di depan kompie, ngoprek gak jelas!! Jam 7 pagi baru gw bangun trus terpikir untuk nangkring di lab x-jarkom ntar siang, dan sekalian mo dokumentasiin turbo-g. Oh iya, batere udah exhausted gara-gara ulah manusia narsis semalam. Karena kepikiran untuk mencharge, gw cari tuh kamera!! Dimana ya? Hmm.. semalam yang megang terakhir si Kumis. Kumis “kebo” ini yang masih tertidur lelap terpaksa gw bangunin.. “Woy kamdig gw lu taruh mana??”. Kumis menjawab “Di samping TV dex!!”. Gw : “Gak ada cuy!!”. Dengan tiba-tiba scriptX melontarkan kata-kata mengagetkan “yang bener lu!!”

scriptX ini sebenarnya sudah melihat pertanda aneh saat bangun pagi. Pintu kontrakan yang semalam terkunci dan jendela yang sudah tertutup rapat serta tersegel tiba-tiba paginya pintu sudah terbuka sedikit dan tidak terkunci serta kondisi jendela yang sedikit terbuka (tidak tersegel). Walhasil kata mengagetkan “yang bener lu!!” itu maksud dari firasat buruknya. Yang sudah pasti hilang di ambil adalah kamera digital gw. Setelah kumis bangun dari tidurnya, dan rohnya mulai menyatu dia mulai mengatakan : “Lhah laptop gw ke mana?”. Duh.. bang toyib (sosok yang menggambarkan Kumis) mulai tersentak. Galih (teman dekat, bukan homo-annya kayaknya. Hanya Wandi di hati Kumis) pun bangun dari tidurnya karena anak-anak berisik banget saat itu. Galih pun melihat tasnya sudah tidak pada tempatnya. Di tasnya Galih terdapat beberapa dokumen penting, uang dan jam tangan. Saya lupa spesifikasi detail tasnya, tapi saat itu scriptX mencatat semua barang-barang yang hilang serta spesifikasinya di whiteboard kontrakan.

Perbincangan pun dilanjutkan di teras kontrakan. Tiba-tiba ibu kontrakan, dengan membawa tumpukan buku2 dan kertas2, menghampiri kami sambil bertanya : “Dek ini punyanya bukan (sambil menyodorkan tumpukan buku2 dan kertas2) ? Tadi pagi Ibu menemukannya di belakang, di bawah puun”. Galih pun tersentak dan berujar : “Iya Bu, ini punya Saya”. Saya sekilas melihat ada buku toefl dan map Gundar. Kami pun menceritakannya pada Ibu kontrakan perihal kontrakan yang dibobol. Karena perbincangan terdengar anggota keluarga Ibu kontrakan, maka teras kontrakan menjadi sangat ramai saat itu. Ibu Kokom, anak Ibu Mul (yang punya kontrakan) saat itu menyarankan Saya untuk ikut dengannya ke orang pintar (pintar apa?? Smart in sh*tting). Aduh hari ginii.. masih percaya begituan. Bukan maksud Saya menjelekkan ataupun merendahkan profesi seseorang, tapi prinsip Saya mengenai hal ini sudah bulat. Saya hanya percaya bahwa sepenuhnya hanya Allah yang mengetahui dan juga ini menjadi perlajaran bagi kita untuk ikhlas, karena harta bukan segalanya. Mudahan-mudahan Allah menjauhkan hambanya ini dari kemusyrikan saat sedang di uji dan melimpahkan pahala atas keikhlasannya.

Selang beberapa jam, tukang Nasi uduk datang. Dan alangkah baiknya mengisi perut saat hati sedang kalut (maksud lh0oo…??). Yang gw heran saat itu, anak-anak masih bisa bercanda. Mulai dari berprasangka buruk terhadap pencurinya (si tato lhah di sangkain lg di taman puring, ngejual hp.. wkakaka), melakukan reka ulang kejadian di TKP, menulis kata-kata gak jelas di whiteboard. Mungkinkah itu pertanda keikhlasan mereka?? Hanya Allah yang tahu.