Jumat pagi (26 April 2008) kami tiba di ITB sekitar jam 8 pagi untuk mengurus daftar ulang, test dimensi dan bobot, mengambil nomor urut tampil dan cuci mata melihat harim. Dakocan mendapatkan nomor urut 58 (CMIIW), Rapid mendapat nomor urut 108 dan Shinigami mendapat 120. Akhirnya kami memasuki aula barat tempat perlombaan diadakan. Peserta dari kampus lain telah berkumpul di ruang khusus peserta. Perlombaan agak mundur dari waktu yang telah dijadwalkan karena masalah teknis arena. Waktu delay ini, CERC manfaatkan untuk testing program robot. Tim CERC bergegas menuju bus dan mengeluarkan track buatan kampus. Entah karena cahaya matahari atau batere yang mulai lemah atau kesialan karena beranggotakan Mamank, robot dari Shinigami tidak berhasil menanjak. Waktu itu Shinigami dan Dakocan tidak berharap banyak untuk dapat lolos babak kualifikasi, jadinya Shinigami dan Dakocan hanya tim satelite dari tim Rapid. Menjelang shalat jumat, rintikan hujan mulai turun, terpaksa arena kami masukkan kembali ke bus. Dan kami bergegas ke masjid Salman untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Selesai isoma, CERC menuju ruang perlombaan dan robot harus segera dikumpulkan. Mmhh.. saat itu saya masih memikirkan gimana caranya supaya robot Shinigami bisa menanjak. Karena waktu hingga nomor urut 120 cukup lama, akhirnya saya putuskan untuk overcharge hingga 14 V dan saya suruh Agung dan Mamank untuk minta ke panitia supaya bisa charge tuh batere robot. Dodi sempat mengambil gambar semua robot saat dikumpulkan. Photo-photo yang berhasil saya kumpulkan, saya upload ke Picasa, ini linknya.

Sebelum lomba saya sempat menyaksikan tim UGM sedang mengetes robotnya di track yang belum selesai dan gile bay!! Robot mereka cepat sekali, tracking garis juga terlihat smooth (PR buat CERC untuk mendesain sistem kontrol PID yang serupa). Satu lagi yang menonjol dari robot tim UGM adalah desain yang rapih serta setting robot mereka yang menggunakan keypad dan LCD. Mmhh.. Yogi sempat bertanya settingan apa yang dilakukan melalui keypad tersebut sama mas Tiko. Yang sempat saya ingat adalah kalibrasi sensor dan PWM, betul gak gie? Robot dari CERC saat ini masih menggunakan trimpot untuk mengkalibrasi sensor dan belum menggunakan memori untuk setting PWM. Robot Rapid saat itu masih menggunakan IC yang berbeda untuk setting PWM yang berbeda. Kalau boleh menebak, kalibrasi seperti tim UGM itu bisa dilakukan kalau kita menggunakan ADC dalam sistem sensor. Tapi saya juga melihat masih ada trimpot sebanyak 8 biji yang dekat dengan rangkaian sensor mereka. Mmhh apa cuma setting PWM, konstanta derivative atau pilihan skenario ya?

Sekitar jam 2 siang, lomba siap dimulai dan arena yang sebelumnya ada 3 biji ternyata hanya digunakan 2 biji. Saya tidak hapal semua peserta (sebabnya baca paling bawah) dan bagaimana timingnya. Ada tiga robot dari UGM yang saya ingat, yaitu Robotiko-X, Melu Garis OG dan satu lagi robot kura-kura yang anggotanya akhwat semua. Saya ingat siapa saja lawan tim CERC di sebelah track saat babak kualifikasi. Kalau tidak salah semuanya adalah tim dari ITB (CMIIW). Tim dari CERC yang pertama tampil adalah Dakocan yang saat itu tidak belum berhasil melalui tanjakan (CMIIW). Entah apa masalahnya, karena saya tidak sempat melihat program terakhir yang ditulis Memet. Tapi sepertinya juga ada kendala di rangkaian sensor ya gie? Tapi gpp Met, next year insyaallah CERC masih bisa ikut. Tim kedua dari CERC yang tampil adalah Rapid. Saat tampil tidak ada masalah dan waktu yang diperoleh cukup cepat (18 detik) dan berada di peringkat II di bawah Robotiko-x (12 detik). Ada beberapa komentar negatif dari penonton saat Rapid tampil. Saya yakin, tim dari Rapid tidak ada maksud untuk menyombongkan diri atau meremehkan tim ITB di track sebelah. Anak-anak CERC saat uji track di arena sendiri sering mendiamkan robotnya hingga beberapa lap, dan mungkin ini menjadi kebiasaan sehingga lupa mengangkat robotnya saat finish. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi CERC untuk bisa bersikap di perlombaan berikutnya. Tim terakhir dari CERC adalah Shinigami. Hehe.. saat mulai start, robot tiba-tiba tidak mengikuti garis dan hanya bergerak lurus. Yang saya ingat adalah sensor belakang kanan dan kiri saja yang berpengaruh karena saya hapal bagaimana belokan sensor kanan dan kiri. Tapi setelah kabel dari sensor dikencangkan, akhirnya robot Shinigami bisa mencapai finish (urutan 5 atau 6 ya?). Semua tim CERC tampil menggunakan sweater kebangsaan dan satu lagi bay, lagu kebangsaan CERC diputar saat CERC tampil. Lagu Rabia itu juga diputar saat turnamen dan menjelang babak final, berkali-kali bay. Harusnya kita bisa minta royalti ke pihak Non Point karena telah mempopulerkan lagu mereka.

Tim Shinigami menyesal kenapa tidak bisa tampil di track sebelah kanan saat kualifikasi (kurang cepat ngetepin bay), kalau di sebalah kiri kan asyik ada akhwat yang manis itu Mank. Sebenarnya saya juga tidak fokus memperhatikan semua peserta saat kualifikasi, karena saat melihat akhwat yang satu itu duduk di pojok arena seperti melihat sesuatu yang menyejukkan hati (gile bay! senyumnya itu lho *doh apa sich). Saat saya cerita akhwat yang satu ini ke Mamank, Mamank langsung tahu yang saya maksud *tos dulu ah Mank. Dengan kobaran nafsu birahi semangat 45 akhirnya mamank mengcapture photo dan video yang fokus menyorot tuh akhwat *ah najis banget dah anak CERC. Ya meskipun hasilnya blur semua dan tidak bisa dinikmati :p. Tapi tahun depan insyaallah kalau jodoh kita ketemu dia lagi Mank (hehehe..). Hayah.. kenapa jadi cerita harim gini sih. OK, postingan selanjutnya tentang hari ke-2 saat galelobot 2008.