TV vs Keimanan

Di suatu malam terjadi perbincangan antara anak dan ayah sambil menonton TV.

(Acara di TV adalah konser. Penyanyinya seorang pria)

Ayah: “Lihat penonton akhwat berjilbab itu!! Dia menangis karena nyanyian seorang pria yang bukan mahramnya. Syairnya juga bukan karena kebesaran Allah Ta’ala. Apakah pria tersebut terbayang seperti hero baginya? Apakah pria itu berjihad?”

Anak: *Mengganti channel lainnya.

(Acaranya menjadi acara supernarsis show).

Ayah: “Aduh lihat lagi yang satu ini. Peserta tersebut seorang mulismah dengan busana muslim. Dengarkan bagaimana juri menyuruh untuk mengenakan pakaian yang lebih ketat dan tidak selonggar sekarang!!”

Anak: *Mengganti channel lainnya.

(Acara menjadi sinetron)

Ayah: “Nak, bisa kita lihat bagaimana maksiat bisa terjadi dari suguhan TV seperti ini. Sinetron mengajarkan perselingkuhan, kebencian dan percintaan dini.”

Anak: “Bagaimana kalau kita bakar TV ini.” :twisted:

Ayah: “Yoosssh!!” *Bersemangat ke dapur mengambil minyak tanah.

Yang terakhir gw ngarang :mrgreen:

5 thoughts on “TV vs Keimanan

  1. ada satu yang kurang dari acaranya?? gosip artistnya mana ?? ^o^ sama acara-acara yang salah satu mcnya dan jurinya adalah banci2 gak jelas !! yang kemaren ngomong gini ya iyalah bukan iya loh secara mulan jamilah bukan mulan jamiloh:hammer on my head: :weeks:

  2. #edee
    wah untungnya saya ndak ngerti bal-balan mas, tp yg sayang acara berita2 sharusnya.. pembaca acaranya itu lhoh *hayah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>