Saat ini saya mencoba beradaptasi dengan paradigma penulisan kode ARY (Always Repeat Yourself), kebalikan dari DRY
. Fiuh, struktur berulang yang ditulis, membuat otak jenuh. Tapi, terkadang user menginginkan hasil yang cepat tanpa perduli sisi internal yang semerawut. Yang ada adalah merombak framework bekas yang sebenarnya tidak rapih struktur dan pola desainnya (bekas vendor terdahulu). Kebanyakan user menitikberatkan di sisi interface dalam validasi data, jadi client side scripting lebih banyak digunakan. Tapi lumayan buat tempat mengoprek JQuery. Kalau memungkinkan mungkin saya dan rekan lainnya akan merefactoring. Jika memang ada waktu untuk refactoring, paradigma MVC sepertinya mendekati DRY. Satu lagi adalah penulisan struktur (X)HTML yang valid agar tidak berjalan dalam mode quirk di peraba, karena saat ini kebanyakan template yang dikerjakan sebelumnya tidak menyertakan DTD. Untuk client side scripting juga masih belum memisahkan antara behavior dan struktur, jadi masih ada kode JQuery yang bercampur dengan kode Javascript vendor sebelumnya. Sebagian kecil module sudah mengkonsumsi data XML untuk dengan bantuan parsing JQuery. Yeah, nikmatilah paradigma koding yang ada
-
Archives
- September 2011
- April 2011
- June 2010
- May 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- May 2009
- February 2009
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
-
Meta
User mane mau tau lu pake ARY kek, pake DRY kek, pake MVC kek, mau strukturnye berantakan kek. Yg penting apa yg mreka ingikan terakomodir. Sudah nasib para programmer beradaptasi dgn struktur lama atw bikin struktur baru. Bagi yg mau tau sekilas tentang MVC yg dibicarakan kawan Gedex bsa klik di sokin http://mytechblogs.com/pemrograman-web/2007/09/01/mengenal-mvc-di-zend-framework/
Yg penting cepet kelar aja cuy, klo mau yang rapih ya buat proyek open source pribadi lo sendiri ajah. Namanya juga kerja buat perusahaan kadang, kita dah coding bagus – bagus eh apresiasi atasan kurang. Jadi sakit hati sendirikan. Hehee.. Klo cepet kelar malah dipuji2 atasan tuh, walhasil codingnya jadi berantakan. Yeaah, what a weird world!!
ilmu gw lom nyampe sono boss, masi perlu belajar neh n latihan yang banyak
om-om-om ngak ngerti
Wuihh cadas… bahasa tingkat tinggi nih! pake bahasa bekasi aja sih cuy