Paradigma Koding Baru

Saat ini saya mencoba beradaptasi dengan paradigma penulisan kode ARY (Always Repeat Yourself), kebalikan dari DRY :mrgreen: . Fiuh, struktur berulang yang ditulis, membuat otak jenuh. Tapi, terkadang user menginginkan hasil yang cepat tanpa perduli sisi internal yang semerawut. Yang ada adalah merombak framework bekas yang sebenarnya tidak rapih struktur dan pola desainnya (bekas vendor terdahulu). Kebanyakan user menitikberatkan di sisi interface dalam validasi data, jadi client side scripting lebih banyak digunakan. Tapi lumayan buat tempat mengoprek JQuery. Kalau memungkinkan mungkin saya dan rekan lainnya akan merefactoring. Jika memang ada waktu untuk refactoring, paradigma MVC sepertinya mendekati DRY. Satu lagi adalah penulisan struktur (X)HTML yang valid agar tidak berjalan dalam mode quirk di peraba, karena saat ini kebanyakan template yang dikerjakan sebelumnya tidak menyertakan DTD. Untuk client side scripting juga masih belum memisahkan antara behavior dan struktur, jadi masih ada kode JQuery yang bercampur dengan kode Javascript vendor sebelumnya. Sebagian kecil module sudah mengkonsumsi data XML untuk dengan bantuan parsing JQuery. Yeah, nikmatilah paradigma koding yang ada :)

About gedex

Hi, my name is Akeda Bagus, some friends on the net called me gedex. More about Akeda Bagus
This entry was posted in etc. Bookmark the permalink.

5 Responses to Paradigma Koding Baru

  1. Anton P says:

    User mane mau tau lu pake ARY kek, pake DRY kek, pake MVC kek, mau strukturnye berantakan kek. Yg penting apa yg mreka ingikan terakomodir. Sudah nasib para programmer beradaptasi dgn struktur lama atw bikin struktur baru. Bagi yg mau tau sekilas tentang MVC yg dibicarakan kawan Gedex bsa klik di sokin http://mytechblogs.com/pemrograman-web/2007/09/01/mengenal-mvc-di-zend-framework/

  2. dudulz says:

    Yg penting cepet kelar aja cuy, klo mau yang rapih ya buat proyek open source pribadi lo sendiri ajah. Namanya juga kerja buat perusahaan kadang, kita dah coding bagus – bagus eh apresiasi atasan kurang. Jadi sakit hati sendirikan. Hehee.. Klo cepet kelar malah dipuji2 atasan tuh, walhasil codingnya jadi berantakan. Yeaah, what a weird world!!

  3. ilmu gw lom nyampe sono boss, masi perlu belajar neh n latihan yang banyak

  4. kuya says:

    om-om-om ngak ngerti

  5. GembuL says:

    Wuihh cadas… bahasa tingkat tinggi nih! pake bahasa bekasi aja sih cuy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="" escaped="" highlight="">