svn:ignore yang menjengkelkan

Saat melihat blog Pak Budi Rahardjo saya jadi terpacu untuk menulis kembali. Konten blog tidak perlu selalu berisi hal teknis yang memerlukan waktu untuk menulisnya, tapi bisa kondisi hari ini. Yup hari ini saya dijengkelkan dengan sistem kontrol versi Subversion. Saya mulai membiasakan pekerjaan dan proyek pribadi untuk dikontrol versinya sejak saya bekerja di SIG. Yang menjengkelkan dari Subversion adalah exclude berkas yang tidak perlu di rekam versinya. Dalam Subversion digunakan perintah svn propedit svn:ignore untuk mengabaikan berkas di direktori kerja kita.

Tapi apabila kita banyak menggunakan berkas konfigurasi yang terpisah di beberapa direktori dan juga berkas temporari yang dihasilkan aplikasi, pekerjaan ini menjadi menjengkelkan. Belum lagi pengguna Subversion yang melupakan hal ini dan meng-commit berkas yang kita abaikan. Lalu kita ulang lagi svn rm dan menggunakan svn propedit svn:ignore kembali. Apakah ada solusi untuk ini ? Atau gunakan sistem kontrol versi lainnya seperti Git? Untuk Git, saya belum begitu paham. Tapi saya sudah coba gunakan github untuk skrip sederhana saya sekaligus untuk belajar. Jika saya tertarik, saya akan pindahkan proyek iseng saya ke github.

About gedex

Hi, my name is Akeda Bagus, some friends on the net called me gedex. More about Akeda Bagus
This entry was posted in coding, just FYI, my life and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to svn:ignore yang menjengkelkan

  1. onay says:

    Proyek iseng yang menghasilkan huh!! :D

    Keep on posting..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="" escaped="" highlight="">