JavaScript is disabled or you're using old browser, please turn on your JavaScript or upgrade your browser to see fancy looking.
Archive for the ‘campus’ Category

  Older Entries 

Silent Hill di Kampus

Bertambah sudah keputusasaan gw. Ternyata hidup tanpa listrik itu lumayan menderita. Kebetulan gw mau mengusahakan bercakap sambung dengan seseorang dan tanpa diduga ada gangguan koneksi internet. Niat ingin menginap di kampus pun gw rundungkan. Tapi karena supir kampus-bekasi ingin menginap, ya gw dengan berat hati ikut menginap (shit, demi menghemat ongkos T19, P9B dan K05 gw rela menginapkan diriku ini). Ya tak apalah, sedikitnya gw masih bisa mengoprek sesuatu tanpa perlu koneksi internet. OK, gw bisa melalui beberapa jam di kampus tanpa ada internet dan sedang ingin menulis draft buat di blog, serta beberapa oprekan lainnya. Jam dinding menunjukkan pkl 24.00. Beberapa menit kemudian.. Lampu mati!! Damn, gw coding di laptop agung gak ngeliat keyboard (dimana asdf coba?). Akhirnya penerangan yang ada adalah layar laptop agung, sebuah senter dan beberapa bara dari pembakaran Marlboro dan A Mild. Mmhh.. gw coba cek keluar untuk memastikan apakah hanya gedung 3 saja yang mati. Gile pas gw liat ke bank DKI dan perpus, kampus seperti Silent Hill. Jadi bukan hanya kampus Gundar saja yang mati lampu (sepertinya). Soalnya pas gw liat kosan cewe sebelah toilet karywan bank DKI, ternyata juga mati. Sekarang apa yang bisa gw lakuin di situasi seperti ini? Ngantuk pun belum kunjung datang, yah terpaksa gw mendongeng diantara mahluk hidup yang masih hidup saat itu. Dongeng hal gaib menjadikan suasana lebih terasa bukan.

Kuliah Umum Robotika

Besok (7 Mei 2008) akan ada kuliah umum robotika, tepatnya Gd. 3 lt. 4 Kampus Depok (D340) jam 08.30 - 12.00. Gw dan kawan CERC lainnya akan memanfaatkan momen ini untuk mensosialisasikan klub robotika kampus. Mudah-mudahan bisa menjadi sarana kondusif untuk menarik minat mahasiswa/i Gundarama untuk menggeluti robotika. Well, gw gak prepare materi, jadi sepertinya CERC hanya akan sharing dan tanya jawab saja. OK, c u there.

Galelobot 2008 dan CERC (Bagian V)

Selesai pertandingan robot, CERC manfaatkan waktu untuk bernarsis ria. Hehe, akhirnya saya bisa juga berphoto dengan akhwat yang sebelumnya saya ceritakan. Kebetulan ada panitia yang akhwat semua sedang menawarkan gelas ke CERC, dan langsung saja saya serobot dengan berkata “Tapi boleh minta nomor HP nya ya?” *don juan mode on. Mbak-mbak panitia ini masih aja cengengesan (dalam hatinya berkata najis banget nih orang) sambil menawarkan gelas yang harga satuannya 15 ribu. Mmhh.. saya merasa masih ada uang 50 ribu di kantong (mudah-mudahan benar ada), tapi pas saya keluarin.. eng.. ing.. eng.. ternyata tinggal seribuan ngumpul kayak uang supir angkot (lupa buat jajan apa ya, ah iya jajan cireng ama batagor depan Salman). Akhirnya saya kolekan ama anak-anak, tapi masih dapat 15 ribu. Nih mbak-mbak panitia mintanya beli dua gelas lagi, udah gitu maksa lagi. Karena gak tega melihat wajah manis mereka yang memohon belaian saya *halah ngibul banget, akhirnya saya minta Babeh, dan keluarlah uang 50 ribu dari dompet Babeh. Karena uang Babeh, terbelilah 3 gelas (lumayan buat ngopi di bengkel) dan berphoto bareng dengan akhwat yang manis itu *khekhekhe najis banget ga sich gw.

Read the rest of this entry »

Galelobot 2008 dan CERC (Bagian IV)

Setelah selesai dari babak kualifkasi dan merasa senang dengan lolosnya dua tim, Babeh mentraktir kami semua di resto sunda (saya lupa namanya). Babeh menshare koneksi 3G XL nya ke saya dan Dodi. Waktu itu saya sedang ingin menulis di blog, tapi berhubung restorannya mau tutup (bener-bener gak bisa ngeliat orang senang sejenak) terpaksa saya urungkan niat menulis. Tadinya saya mau menulis draft saja dengan Live Writter, tapi masih ada yang mengganjal mengenai performa kecepatan robot Shinigami. Jadi saya terpaksa ngoprek robot lagi di kamar hotel. Sebelum ngoprek saya berendam di bak air panas dulu. Jeh.. nikmat bay, maklum jarang mendapatkan kenyamanan. Di bengkel anak-anak palingan tidur di bangku atau di track. Selesai berendam, saya langsung merencanakan untuk mengganti 3 sensor depan menjadi 6 sensor. Dengan 6 sensor kombinasi state sensor jadi lebih banyak dan variasi PWM jadi lebih banyak. Batere juga saya ganti dari 12 Volt menjadi 18 Volt. Saat itu waktu sudah pagi, dan sepertinya tidak cukup waktu untuk menyelesaikan pergantian hardware dan testing program dengan jumlah sensor baru. Dan benar saja kami baru menyelesaikan rangkaian jam 8.30 pagi (lombanya jam 09.00 bay) dan program masih saya tulis dengan imajinasi tanpa ada testing. Sensor yang baru juga belum dites apakah berfungsi atau tidak. Arrggh… Semuanya kacau, kami masih butuh sedikit waktu untuk merestore ke sensor awal lagi (lorong waktu!! Doraemon berseru). Saya berharap masih ada waktu di tempat lomba untuk merestore sensor dan testing program turnamen. Tapi apa lacur daya, saya mengambil undian nomor urut dan.. eng.. ing.. eng.. mendapatkan no. 1!! Ya sudahlah (gak bakat gambling). Akhirnya Shinigami tampil dengan sok PD apa adanya, sensor tidak bisa menscan.. Ahh.. Shit banget!! Jadi nyesel mengganti sensor segala :(. Maaf ya mank, maaf banget gung. Gak usah sedih lagi ya Mank :).

Read the rest of this entry »

Galelobot 2008 dan CERC (Bagian III)

Jumat pagi (26 April 2008) kami tiba di ITB sekitar jam 8 pagi untuk mengurus daftar ulang, test dimensi dan bobot, mengambil nomor urut tampil dan cuci mata melihat harim. Dakocan mendapatkan nomor urut 58 (CMIIW), Rapid mendapat nomor urut 108 dan Shinigami mendapat 120. Akhirnya kami memasuki aula barat tempat perlombaan diadakan. Peserta dari kampus lain telah berkumpul di ruang khusus peserta. Perlombaan agak mundur dari waktu yang telah dijadwalkan karena masalah teknis arena. Waktu delay ini, CERC manfaatkan untuk testing program robot. Tim CERC bergegas menuju bus dan mengeluarkan track buatan kampus. Entah karena cahaya matahari atau batere yang mulai lemah atau kesialan karena beranggotakan Mamank, robot dari Shinigami tidak berhasil menanjak. Waktu itu Shinigami dan Dakocan tidak berharap banyak untuk dapat lolos babak kualifikasi, jadinya Shinigami dan Dakocan hanya tim satelite dari tim Rapid. Menjelang shalat jumat, rintikan hujan mulai turun, terpaksa arena kami masukkan kembali ke bus. Dan kami bergegas ke masjid Salman untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Read the rest of this entry »

  Older Entries