Kesuksesan, Kegagalan dan Tanggung Jawab
Sejak pertengahan desember saya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Saya sempat berpindah ke content provider juga, dan hanya empat hari saya bekerja. Lho kenapa? Jawabannya akan saya berikan nanti. Ada beberapa alasan yang membuat saya “untuk sementara ini” menjadi pekerja lepas saja. Sebelum memulai bercerita, kita flashback dulu di masa saat saya menjelang lulus kuliah. Faktor pertama yang membuat saya ingin bekerja di suatu perusahaan adalah uang, tapi itu dulu, saat saya baru pertama kali ingin bekerja. Saya sempat mengalami masa luntang-lantung hanya dengan datang ke kampus, ngobrol bersama teman, dan sesekali mengoprek robot tanpa menghasilkan uang sama sekali. Saya mulai mengkesampingkan idealisme saya dan berencana bekerja di perusahaan saja. Tanpa pikir panjang tawaran yang ada di depan mata saat itu pun saya ambil. Jelas saat itu, alasan utama adalah karena uang. Selain alasan uang, tentunya saya juga ingin mencari pengalaman dan ilmu. Saat bekerja disuatu perusahaan, saya merasakan idealisme yang mulai luntur. Saya tidak pernah lagi berpikir tentang kualitas karena saat bekerja saya lebih dituntut oleh waktu. Saya tidak sempat lagi untuk mencoba-coba hal baru, menerapkan hal baru bahkan untuk menulis kode secara rapih dan decoupling. Saya mulai berpikir “kapan saya bisa maju jika hanya berkutat dengan hal seperti ini terus”. Saat bekerja diperusahaan, saya harus menerima apapun pekerjaan yang diberikan. Meskipun gaya menulis kode saya tidak sesuai, saya harus tetap menerima. Saat merapikan pekerjaan lama, saya harus memilih diantara pekerjaan saya tidak selesai sesuai waktu atau memaksakan gaya menulis dengan yang sudah ada.
Read the rest of this entry »
Goto footer
Back to top