JavaScript is disabled or you're using old browser, please turn on your JavaScript or upgrade your browser to see fancy looking.
Archive for the ‘tutorial AVR’ Category

Newer Entries   

PWM dengan Interrupt Timer

Ada beberapa teman (especially me2t) yang masih bingung bagaimana sebenarnya Interrupt Timer dapat digunakan sebagai PWM (Pulse Width Modulation). Sebelum menjelaskan lebih dalam mengenai Timer, saya akan mengulas balik tentang sumber pencacah (clock source) pada uC AVR. Sumber pencacah untuk AVR itu seperti detak jantung yang diperlukan untuk mengeksekusi instruksi. Pengeksekusian instruksi umumnya membutuhkan satu sampai tiga siklus pencacah (clock cycles). Satu siklus adalah transisi low-hi-low _|¯|_. Jadi semakin cepat pencacah berjalan (menghitung), maka semakin cepat uC bekerja. Jadi jelas uC AVR 16 MHz akan lebih cepat dari uC AVR 1 MHz. Tapi perlu diperhatikan, kecepatan pencacah tidak begitu berarti banyak. Satu prosesor dapat membutuhkan 1 siklus pencacah untuk memindahkan data dari satu register ke register lainnya, tapi prosesor lain dapat saja membutuhkan 2 sikus pencacah untuk melakukan hal yang sama. Hal ini berarti bahwa prosesor ke-2 harus memiliki kecepatan 2x lipat prosesor ke-1 untuk melakukan instruksi yang sama dalam waktu yang sama. Kuncinya disini adalah sebuah penilaian kasar yang disebut MIPS (Milion of Instructions Per Second), yang dapat digunakan untuk menilai secara kasar berapa instruksi yang dapat dilakukan uC dalam satu detik pada frekuensi pencacah tertentu. Jika pada lembar data (datasheet) tertulis “Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz”, kita bisa mengasumsikan secara kasar bahwa dengan pencacah 4 MHz, kita bisa mencapai 4 MIPS (4 juta instruksi per detiknya atau sekitar 1/4 uS untuk eksekusi 1 instruksi, CMIIW). Sebenarnya penjelasan untuk pencacah dapat lebih panjang, tapi sisanya saya serahkan kepada pembaca untuk mengubeknya di google dan datasheet terkait :).

Read the rest of this entry »

Menggunakan 6 Ping dengan 2 Microcontroller AVR 8 bit RISC untuk Navigasi Robot (Bagian 0)

Daftar Tulisan Berseri untuk tutorial AVR - PING

  1. Menggunakan 6 Ping dengan 2 Microcontroller AVR 8 bit RISC untuk Navigasi Robot (Bagian 0)

Pendahuluan

Tulisan ini sebenarnya saya tujukan untuk klub robotika tidak resmi di Gunadarma (Dadank, Rum, Anto, Yogi, dkk), mudahan-mudahan niat yang ikhlas untuk belajar bersama dan berbagi ilmu dapat menambah pahala dan membuka minat para mahasiswa Gunadarma lainnya, khususnya jurusan SK, TK dan elektro, untuk menggeluti bidang robotika. Mudah-mudahan tulisan ini dapat juga berguna bagi khalayak ramai :).

Tulisan ini ditujukan untuk pemula yang ingin mengenal microcontroller (uC) AVR RISC serta penggunaan 6 sensor PING (sensor ultrasonic) untuk navigasi robot dengan penerapan metode Fuzzy Logic. Dasar elektronika, microprocessor-microcontroller (uC/uP), dan pengetahuan dalam bahasa pemrograman prosedural (C, Pascal, atau Basic) merupakan nilai tambah untuk dapat mempermudah memahami tulisan ini. Read the rest of this entry »

Kemudahan Memprogram LCD (Bagian II)

Merujuk pada tulisan saya terdahulu, serta beberapa komentator yang menanyakan program, maka pada tulisan kali ini saya akan memberikan contoh program (berdasarkan rutin siap pakai dari beberapa situs serta rutin yang built in
dari compiler tertentu) utk interfacing dengan lcd dengan berbagai macam compiler disesuaikan dengan mikrokontroller yang digunakan (MCS51 atau AVR RISC 8 bit).

Seperti yang saya paparkan pada postingan terdahulu, bahwa ada 2 cara utk berkomunikasi dengan LCD, yaitu 8 bit dan 4 bit jalur data. Selain 8 atau 4 jalur yang terhubung dengan kontroler, dibutuhkan 3 jalur lagi untuk kontrol, yaitu RS, RW dan EN.

Untuk MCS51 :

  1. Dalam Assembler Ada banyak rutin siap pakai di http://8052.com/codelib.phtml Yang sudah saya coba : http://8052.com/codelib/lcd_kepad.asm, rutin ini untuk komunikasi 8 bit. Jika menggunakan LCD 2 x 16, tidak perlu ada modifikasi pada rutin INITIALIZE. Contoh penggunaannya :
    ...
    DATA   EQU PORTx     ;misal x adalah PORT1
    LCD_RS EQU PORTy.0   ;misal y adalah PORT2
    LCD_RW EQU PORTy.1
    LCD_EN EQU PORTy.2
    CALL INITIALIZE      ;inisialisasi LCD
    CALL CLEAR_SCREEN    ;bersihkan layar
    MOV A,#80h           ;mengisi 0x80 ke accumulator untuk menset
    CALL ADDRESS         ;alamat DDRAM LCD. Ini akan menset posisi
                         ;LCD pada baris 1 kolom 1.
    MOV A,#'g'           ;Menulis karakter 'g'
    CALL WRITE_ON        ;pada baris 1 kolom 1
    MOV DPTR,#str1       ;menset data pointer ke alamat dgn label str1
    CALL TRANSFER        ;mencetak string 'gedex
    ...
    str1:
    DB 'gedex',offh      ;rutin TRANSFER akan mencetak karakter per karakter
                         ;dan memerlukan byte 0xff utk menandakan akhir dari
                         ;string.
    ...

    Jika saat kompilasi timbul error yang berhubungan dengan baris yang terdapat kata DATA, maka penamaan DATA perlu di rubah. Di beberapa compiler,DATA merupakan reserved word.
    Catatan : Saya mengcompilenya dengan Pinnacle v52 (Evaluation) dan ASM51.
    Pada Pinnacle tidak ada masalah terhadap penamaan DATA. Pada ASM51 timbul error, sehingga penamaan DATA perlu di rubah.

  2. Menggunakan BASCOM 8051 IDE.
    Komunikasi yang digunakan bisa 8 bit atau 4 bit. Jika menggunakan komunikasi 4 bit, maka pin LCD untuk data yang digunakan adalah DB4-DB7. Konfigurasi pin LCD ke port kontroller di inisialisasi dengan statement Config Lcdpin, misal :

    Config Lcdpin = Pin ,Db4 = P3.4,Db5 = P3.5,Db6 = P3.6,Db7 = P3.7,E = P2.4,Rs = P2.0

    Dengan pin RW terhubung ground. Tipe LCD yang digunakan diinisialisasi dengan statement Config LCD, misal :

    Config Lcd = 16 * 2

    Setelah pemanggilan statement di atas, LCD siap dikirimi data atau instruksi. BASCOM juga telah menyediakan syntax yang berhubungan dengan LCD seperti :
    CLS : untuk membersihkan layar
    CURSOR : dengan parameter ON/OFF, BLINK/NOBLINK
    LOCATE y,x : untuk memindahkan kursor ke posisi tertentu.
    LCD : mencetak konstanta atau variabel ke tampilan LCD.
    dsb.. Contoh penggunaannya :

    ...
    Config Lcdpin = Pin , Db4 = P3.4 , Db5 = P3.5 , Db6 = P3.6 , Db7 = P3.7 , E = P2.4 , Rs = P2.0
    Config Lcd = 16 * 2
    Cursor Off
    Cls
    Locate 1 , 1 : Lcd "gedex"
    Locate 2 , 1 : Lcd "C"; "o"; "o"; "L"
    ...

    Komunikasi secara 8 bit pada BASCOM direkomendasikan untuk berkomunikasi dengan mikroprosesor, dimana DB0-DB7 harus terhubung dengan D0-D7 dan RS / EN dengan jalur A0. Saya sendiri belum pernah mencobanya.
    Catatan : Saya menggunakan BASCOM 8051 v2.0.11.0 Serial Demo.

Untuk AVR RISC Microcontroller 8 bit :

  1. Menggunakan AVR Studio
    Rutin dari OMIDKOMPANI, dapat di download di http://www.avrfreaks.net/index.php?module=Freaks%20Academy&func=viewItem&item_id=904&item_type=project
  2. Menggunakan WinAVR
    Rutin dari by iamgotzaa. Contoh pada program main nya akan menampilkan hasil sampling ADC ke LCD. dapat di download di http://www.avrfreaks.net/index.php?module=Freaks%20Academy&func=viewItem&item_id=440&item_type=project
    Rutin dari nasi, dapat didownload di : http://www.avrfreaks.net/index.php?module=Freaks%20Academy&func=viewItem&item_id=293&item_type=project
  3. BASCOM utk AVR
    Penggunaannya hampir sama dengan BASCOM 8051 IDE
  4. Menggunakan CodeVisionAVR
    CodeVision menyediakan wizard, CodeWizardAVR, untuk menggenerate baris kode untuk mendefiniskan LCD. Interfacing ke LCD ini membutuhkan 7 pin pada port yang sama. Misal digunakan PORTB untuk LCD port, maka konfigurasi pin antara LCD dan chip AVR adalah :
    PORTB.0 : RS
    PORTB.1 : RW
    PORTB.2 : EN
    PORTB.4 : DB4
    PORTB.5 : DB5
    PORTB.6 : DB6
    PORTB.7 : DB7
    Langkah-langkah menggunakan CodeWizardAVR untuk LCD :

    1. Pilih Create new file
      Create New File
    2. Pilih File type project
      File type project
      Lalu pilih yes untuk menggunakan CodeWizardAVRPilih yes untuk menggunakan CodeWizardAVR
    3. Akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini. Pilih chip yang digunakan serta clock yang dipakai. Misal menggunakan ATMega16 dengan frekuensi clock 4 MHz
      tampilan jendela untuk CodeWizardAVR
    4. Pindah ke tab LCD, pilih port yang akan di gunakan untuk LCD port. Misal pada PORTB, maka hubungan pin antara LCD dan PORTB akan ditampilkan.
      tab LCD pada CodeWizardAVR

Menggunakan rutin LCD yang sudah built in dari compiler tertentu dapat mempermudah pekerjaan dan menghemat waktu. Jika LCD yang digunakan hanya digunakan sesaat, misal nya hanya untuk debug data dari sensor atau bagian sistem yg tidak significant, maka saya menyarankan untuk menggunakan rutin bawaan dari compiler dengan komunikasi 4 bit. Gambar di bawah ini adalah LCD yang biasa saya pakai untuk memonitor nilai sensor atau debug sistem.

My typical lcd used for debuging

Newer Entries