When Life Throws You Lemon, Make a Lemonade
Ah, capek juga gw ngurusin hal-hal berbau robot melulu. Kayaknya memang tidak mudah jika semuanya harus belajar dan mengerjakan sendiri tanpa ada seorang guru. Disisi lain kami (CERC) belum menemukan figur seorang guru yang bisa kami ambil ilmunya (jujur gw masih minim banget dan perlu belajar banyak). Sudah beberapa kali anak-anak begadang untuk menyelesaikan pekerjaan robotnya tanpa ada arah yang jelas? Mmmh ada yang ingat? Mmmh.. sebenarnya pola kesalahan bisa mulai terbaca. Letak kesalahan yang fatal adalah kurangnya konsep dan desain awal (prototyping). Dari tahun kemaren, bahkan dari awal gw dan teman-teman bikin robot, pembuatan selalu dimulai dengan pembuatan rangkaian, terus dengan Macgyver style membuat base (ada seng, hajar bleh!! Ada akrilik, sikat bleh!!) dan simsalabin jadilah robot tanpa ada perhitungan dimensi, bobot atau apalah. Disini malfunction yang terjadi kadang tidak jelas! Bijimana bisa begitu? Semuanya sudah dicoba padahal, bahkan dari program, driver motor, motornya juga, sensor dan batere.
Sebenarnya di CERC kurang koordinasi!! Semua bisa jadi programmer, mekanik (tukang grinda dan gergaji :p) dan tukang solder. Dan disinilah terjadi salah-menyalahkan. Jika test program pertama bisa jalan, kenapa saat yang di test ke-2 kali bisa ngaco? Apakah blok sensor atau uC? Tuh yang bikin rangkaian si anu! Noh programnya si anu ngaco! Hehe..
Sebenarnya setelah beberapa bulan bersama CERC, gw mulai bisa melihat skill individu masing-masing. Misal Topik, gw ngeliat dia bagus dalam mendesain circuit dan base. Yogi, mahir di mekanika. Mamank dan Agung ahli gergaji, grinda dan bikin kopi :p (just kidding mank). Dadank dan Anto mengarah ke programmer C. Nah, dari situ semuanya bisa fokus ke keahliannya masing-masing kan? Spesific job tersebut masih bisa di roll jika merasa stuck. Tetap yang jadi masalah adalah tempat bertanya. Ini sebenarnya yang diperlukan di CERC. Gw juga sebenarnya gak bisa bantu banyak, karena pengetahuan gw sangat terbatas. Tapi ini yang gw demen ama anak-anak CERC, you’re Macgyver my man!! You just googling and hacking everything near to you.
Gw rasa anak-anak CERC juga merasakan hal yang sama, kegelisahan dan keputusasaan, di saat stuck menghadapi problem hardware or software (dan masalah lainnya). Tapi begitu keluar dari stack space, mereka bakal terbiasa dengan kegelisahan dan keputusan yang hanya hinggap sementara dihati. Kuncinya adalah ada sesuatu yang bisa lo manfaatkan disaat stuck (seperti apa kata judul posting ini). Fiuhh, dah jam 5 pagi.. kok belum ngantuk juga ya? *bakar marlboro dulu, fiuhh..
Goto footer
Back to top