Goto post entries

JavaScript is disabled or you're using old browser, please turn on your JavaScript or upgrade your browser to see fancy looking.

Newer Entries  Older Entries 

Kesuksesan, Kegagalan dan Tanggung Jawab

Sejak pertengahan desember saya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Saya sempat berpindah ke content provider juga, dan hanya empat hari saya bekerja. Lho kenapa? Jawabannya akan saya berikan nanti. Ada beberapa alasan yang membuat saya “untuk sementara ini” menjadi pekerja lepas saja. Sebelum memulai bercerita, kita flashback dulu di masa saat saya menjelang lulus kuliah. Faktor pertama yang membuat saya ingin bekerja di suatu perusahaan adalah uang, tapi itu dulu, saat saya baru pertama kali ingin bekerja. Saya sempat mengalami masa luntang-lantung hanya dengan datang ke kampus, ngobrol bersama teman, dan sesekali mengoprek robot tanpa menghasilkan uang sama sekali. Saya mulai mengkesampingkan idealisme saya dan berencana bekerja di perusahaan saja. Tanpa pikir panjang tawaran yang ada di depan mata saat itu pun saya ambil. Jelas saat itu, alasan utama adalah karena uang. Selain alasan uang, tentunya saya juga ingin mencari pengalaman dan ilmu. Saat bekerja disuatu perusahaan, saya merasakan idealisme yang mulai luntur. Saya tidak pernah lagi berpikir tentang kualitas karena saat bekerja saya lebih dituntut oleh waktu. Saya tidak sempat lagi untuk mencoba-coba hal baru, menerapkan hal baru bahkan untuk menulis kode secara rapih dan decoupling. Saya mulai berpikir “kapan saya bisa maju jika hanya berkutat dengan hal seperti ini terus”. Saat bekerja diperusahaan, saya harus menerima apapun pekerjaan yang diberikan. Meskipun gaya menulis kode saya tidak sesuai, saya harus tetap menerima. Saat merapikan pekerjaan lama, saya harus memilih diantara pekerjaan saya tidak selesai sesuai waktu atau memaksakan gaya menulis dengan yang sudah ada.
Read the rest of this entry »

svn:ignore yang menjengkelkan

Saat melihat blog Pak Budi Rahardjo saya jadi terpacu untuk menulis kembali. Konten blog tidak perlu selalu berisi hal teknis yang memerlukan waktu untuk menulisnya, tapi bisa kondisi hari ini. Yup hari ini saya dijengkelkan dengan sistem kontrol versi Subversion. Saya mulai membiasakan pekerjaan dan proyek pribadi untuk dikontrol versinya sejak saya bekerja di SIG. Yang menjengkelkan dari Subversion adalah exclude berkas yang tidak perlu di rekam versinya. Dalam Subversion digunakan perintah svn propedit svn:ignore untuk mengabaikan berkas di direktori kerja kita.

Tapi apabila kita banyak menggunakan berkas konfigurasi yang terpisah di beberapa direktori dan juga berkas temporari yang dihasilkan aplikasi, pekerjaan ini menjadi menjengkelkan. Belum lagi pengguna Subversion yang melupakan hal ini dan meng-commit berkas yang kita abaikan. Lalu kita ulang lagi svn rm dan menggunakan svn propedit svn:ignore kembali. Apakah ada solusi untuk ini ? Atau gunakan sistem kontrol versi lainnya seperti Git? Untuk Git, saya belum begitu paham. Tapi saya sudah coba gunakan github untuk skrip sederhana saya sekaligus untuk belajar. Jika saya tertarik, saya akan pindahkan proyek iseng saya ke github.

World University Names Database

I’ve been searching for university names database, but i didn’t find complete database that covers at least universities in 240 countries. I decide to crawl university names in LinkedIn and Webometric, since both give university names based on country code. If you are in hurry to get university names database, you can download them here. If you are interested to know how to crawl the LinkedIn and Webometric university names data and build the database, then hang on with me.

I used Python to crawl LinkedIn and Webometric. It was accidental, when i edit my profile on my LinkedIn, firebug shows ajax get request to populate university names on select element. So here is my python code to get LinkedIn university names based on country code:
Read the rest of this entry »

Seminar Go Open Source di SMA Sudirman Bekasi

Alhamdulillah telah selesai juga acara seminar Go Open Source di SMA Sudirman Bekasi. Saya sangat beruntung dapat diberi kesempatan sebagai pembicara di acara ini. Basically, para peserta yang notabene adalah siswa/siswi pangsud sangat antusias mengikuti acara, terlebih saat seksi tanya jawab. Mereka melontarkan banyak pertanyaan tentang “apa itu sih Linux?” dan “seperti apa itu sih open source?”. Saya harap mereka akan terus terpacu untuk mengetahui “apa itu Linux dan apa itu open source”. Terima kasih untuk rekan-rekan di pangsud atas kerja samanya, komunitas BELL atas jerih payahnya dan IGOS Center Bekasi atas usahanya untuk memasyaratkan open source. Well, a picture is worth a thousand words, tapi sayangnya saya tidak mengkopi satu photo pun, mungkin akan menyusul.

Saatnya Tembak dan Maju

He.. sudah lama tidak menulis di blog ini. What’s wrong? Well, kalau dibilang sibuk banget, sebenarnya juga tidak. Tapi kerjaan, alhamdulillah, ada terus dan waktu luang yang ada sulit dialokasikan untuk menulis ataupun mengoprek. Hehe.. itu sama saja sibuk ya. Sebenarnya juga tidak, karena dalam sehari pasti ada waktu luang yang “masih” bisa dimanfaatkan untuk menulis dan mengoprek. Berarti disini ada faktor lain yang menyebabkan si waktu luang tidak teralokasikan dengan baik. Ya, tepat sekali, karena apa? Benar sekali tebakan Anda, malas telah menurunkan produktifitas. Apakah saya malas selalu? Tentu tidak, saya juga mempunyai semangat untuk mempelajari teknologi terbaru dan saya senang mengoprek apa yang saya ingin ketahui. Dalam hal ini kondisi saya sedang tidak in.

Saya teringat oleh tulisan Joel Spolsky yang berjudul Fire and Motion. Ada saat dimana programmer berada dalam fase tidak produktif dan tidak tahu kapan dapat kembali ke masa produktifnya. Seperti halnya orang diet, yang hanya dapat sementara dan kembali ke pola makan biasanya. Dia tidak tahu fase itu. Memang benar apa kata si Joel, seperti ada batu besar di otak kita yang sulit untuk menggulirkannya atau malah menunggu batu itu bergulir dengan sendirinya. Batu diam akan cenderung diam. Namun jika telah berada dalam pergerakan itu, sebaiknya yang perlu dipertahankan adalah pergerakannya, bahkan lebih dipercepat akan sangat bagus. Seperti dibilang Joel, dalam strategi perang apalagi kita hanya diam, maka musuh akan membrondongi kita. Well, saatnya saya mulai tembak Anda dan bergerak maju (Cover me! I’ll move to that bridge and shoot that bastard).

Newer Entries  Older Entries