Belajar jQuery dengan firebug

firebugDengan menggunakan firebug, kita dapat menyunting, men-debug, memonitor CSS, HTML dan JavaScript. Firebug juga menyediakan command line untuk mengeksekusi JavaScript on the fly. Dengan command line ini, kita dapat mengetes jQuery pada halaman web mana saja. Namun perlu dipastikan jQuery telah disertakan oleh halaman web tersebut. Jika tak mau dipusingkan dengan mengedit sumber berkasnya, Anda bisa memanfaatkan unduhan starter kit (dokumen HTML beserta CSS buat testing) dari jQuery, yaitu berkas html beserta jQuery yang sudah disertakan dalam berkasnya.
Continue reading

Paradigma Koding Baru

Saat ini saya mencoba beradaptasi dengan paradigma penulisan kode ARY (Always Repeat Yourself), kebalikan dari DRY :mrgreen: . Fiuh, struktur berulang yang ditulis, membuat otak jenuh. Tapi, terkadang user menginginkan hasil yang cepat tanpa perduli sisi internal yang semerawut. Yang ada adalah merombak framework bekas yang sebenarnya tidak rapih struktur dan pola desainnya (bekas vendor terdahulu). Kebanyakan user menitikberatkan di sisi interface dalam validasi data, jadi client side scripting lebih banyak digunakan. Tapi lumayan buat tempat mengoprek JQuery. Kalau memungkinkan mungkin saya dan rekan lainnya akan merefactoring. Jika memang ada waktu untuk refactoring, paradigma MVC sepertinya mendekati DRY. Satu lagi adalah penulisan struktur (X)HTML yang valid agar tidak berjalan dalam mode quirk di peraba, karena saat ini kebanyakan template yang dikerjakan sebelumnya tidak menyertakan DTD. Untuk client side scripting juga masih belum memisahkan antara behavior dan struktur, jadi masih ada kode JQuery yang bercampur dengan kode Javascript vendor sebelumnya. Sebagian kecil module sudah mengkonsumsi data XML untuk dengan bantuan parsing JQuery. Yeah, nikmatilah paradigma koding yang ada :)

Wisata Kuliner Bebek Goreng Karet Cibinong

Kemarin jumat, pulang dari Slipi saya dan Kumiz main dulu ke kontrakannya Onay di Karet, Sudirman. Tidak berapa lama, kami berdua pun langsung segera berpamitan. Dari Sudirman kami naik metromini 640 dan turun di Komdak, sesuai saran Dajjal. Phew, semua bus arah bekasi penuh banget. Entah karena mata saya yang siwer, atau ada sesuatu yg mengganti tulisan “Cibinong” menjadi “Cikarang” di penglihatan saya. Sambil membayangi akan turun di Jati Bening dan langsung naik ojek, sampai rumah mandi, makan, bikin kopi susu, nongkrong depan komputer sampai tepar (ajib). Tapi tunggu dulu, saya melihat jalan tolnya kok gak familiar ya. Langsung terbesit “Cikarang” menjadi “Cengkareng”, tapi lewat Tanjung Priuk. Ah bukanlah, tapi ini pasti nyasar, soalnya Cawang bawah gak muncul-muncul. OK, saya mulai memperhatikan rambu-rambu di jalan tol, gak lama terpampang “Taman Mini”. Sue, suasana hati tambah suram. Tanya mbak-mbak sebelah yang lagi berdiri, “Mbak, ini kemana ya?”. Mbak tersebut menjawab “Cibinong”. Saya membalas “Makasih mbak.. no telp berapa?” (yang ini ngibul). Kampret, akhirnya saya cuma bisa memberi senyuman bapuk ke Kumiz. Mana duit tinggal ceban lebih dikit. Untung Kumiz bawa duit lebih. Ya udah akhirnya sampai Cibinong makan bebek goreng dulu. Kampret lagi nih, bebek goreng apa karet goreng nih.Ya sudahlah lengkap penderitaan hari jumat. Hanya dua dummy yang pulang dari Slipi ke Bekasi lewat jalur ini, don’t try this at home!!

Three Kinds of Answers

When you have tried (err.. don’t forget to pray), here they are, three kinds of asnwers you might get from Allah:

  1. Allah gives you what you want (Alhamdulillah)
  2. Not this time, you might get better if you’re waiting
  3. No, you’ll get the best later

So, if you didn’t make it, there are two possibilities you’ll get more than what you want. I quote this wish sentences from someone,  thanks for giving me this hint.